Seekor lobster raksasa seberat 27 pon (12 Kilogram) tertangkap di lepas pantai Maine, Amerika Serikat (AS). Seorang nelayan pencari udang, Robert Malone, menangkap binatang crustacea raksasa tersebut di jaringnya pada Jumat (24/2).
Malone kemudian tidak memasaknya, namun menyerahkanya ke Aquarium Negara di Boothbay Harbor. Direktur Aquarium, Aimee Hayden-Rodriques mengatakan, Malone menyerahkannya kepada Departemen Sumber Daya Kelautan untuk dilestarikan.
Lobster raksasa ini memiliki panjang 40 inci atau 101 cm. Karena ukurangnya dan lokasi tertangkapnya di Rockland, Lobster ini dijuluki Rocky, Menurut Hayden-Rodriquez, nama itu juga disamakan seperti petinju, karena capitnya yang cukup besar.
Lobster ini termasuk salah satu tangkapan terbesar yang pernah dibawa ke akuarium. "Melebihi yang lobster biasanya hanya memiliki berat 1 hingga 2 kilogram," ujar Hayden-Rodriquez. Lobster terbesar yang pernah dicatat, dan berhasil ditangkap berada di Nova Scotia dengan berat lebih dari 40 pound (18 kilogram).
Hayden-Rodriquez mengatakan Rocky akan segera dilepas kembali ke laut karena alam liar lebih baik bagi lobster tersebut bila dibandingkan hidup di aqurium.
sumber : www.yahoo.co.id
Dapatkan berita terkini setiap saat dari website kami.berita meliputi berbagai hal yang sedang trend sekarang.meliputi politik,ekonomi,teknologi,olahraga,kesehatan,musik,dsb.
Kamis, 23 Februari 2012
Makan Berlebihan Bisa Picu Gangguan Ingatan Saat Tua
Selain bisa meningkatkan risiko obesitas, makan terlalu banyak juga berbahaya bagi kesehatan di hari tua. Menurut penelitian, makan berlebihan bisa memicu masalah memori pada orang tua.
Seperti yang dikutip dari Daily Mail, mengonsumsi 2.100 hingga 6.000 kalori tiap hari bisa mengakibatkan pikun serta gangguan kognitif ringan saat tua nanti. Bahkan risiko kehilangan memori tersebut bisa meningkat hingga dua kali lipat.
Adanya temuan tersebut menunjukkan bahwa melakukan diet rendah kalori dapat menjaga pikiran tetap tajam di masa tua nanti. Selain itu, diet sehat juga bisa mencegah timbulnya penyakit Alzheimer.
Kesimpulan itu didapat setelah ilmuwan di Amerika meneliti kebiasaan makan dan minum dari 1.200 orang yang memiliki rata-rata usia 70 sampai 89 tahun. Para peserta penelitian yang diketahui tidak memiliki masalah demensia (pikun) tersebut diminta untuk melakukan tes memori.
Hasilnya, ilmuwan Amerika menemukan bahwa 163 orang yang mengonsumsi kalori paling banyak, akan mengalami penurunan memori sebanyak dua kali lipat, ketimbang mereka yang diet rendah kalori.
Untuk mencapai kesimpulan itu, para ilmuwan sebelumnya sudah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kehilangan memori. Seperti tingkat pendidikan, riwayat stroke, diabetes dan depresi.
Oleh karena itu, mulailah untuk memakan makanan dengan kadar kalori yang rendah sedini mungkin. Misalnya diawali dengan mengonsumsi menu sarapan sehat dan rendah kalori.
sumber : www.detik.com
Seperti yang dikutip dari Daily Mail, mengonsumsi 2.100 hingga 6.000 kalori tiap hari bisa mengakibatkan pikun serta gangguan kognitif ringan saat tua nanti. Bahkan risiko kehilangan memori tersebut bisa meningkat hingga dua kali lipat.
Adanya temuan tersebut menunjukkan bahwa melakukan diet rendah kalori dapat menjaga pikiran tetap tajam di masa tua nanti. Selain itu, diet sehat juga bisa mencegah timbulnya penyakit Alzheimer.
Kesimpulan itu didapat setelah ilmuwan di Amerika meneliti kebiasaan makan dan minum dari 1.200 orang yang memiliki rata-rata usia 70 sampai 89 tahun. Para peserta penelitian yang diketahui tidak memiliki masalah demensia (pikun) tersebut diminta untuk melakukan tes memori.
Hasilnya, ilmuwan Amerika menemukan bahwa 163 orang yang mengonsumsi kalori paling banyak, akan mengalami penurunan memori sebanyak dua kali lipat, ketimbang mereka yang diet rendah kalori.
Untuk mencapai kesimpulan itu, para ilmuwan sebelumnya sudah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kehilangan memori. Seperti tingkat pendidikan, riwayat stroke, diabetes dan depresi.
Oleh karena itu, mulailah untuk memakan makanan dengan kadar kalori yang rendah sedini mungkin. Misalnya diawali dengan mengonsumsi menu sarapan sehat dan rendah kalori.
sumber : www.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)

